BANGKALAN, lintasmadura.com – Keberadaan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk berdampak pada masyarakat semakin nyata.
Salah satunya adalah dengan telah dibuka sekaligus launching Fakultas Kedokteran (FKUTM) pada Jumat (12/6) di Aula Kampus UTM.
Yang membuat acara meriah adalah hadirnya para pimpinan daerah, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, beberapa rektor universitas, tokoh masyarakat, hingga pejabat kementerian terkait. Selain launching, di acara tersebut juga dirayakan dies natalis UTM yang ke 25 tahun.
Dalam penjelasannya saat membuka launching, Rektor UTM Moh. Syafi’ mengatakan, dibukanya FKUTM salah satunya adalah untuk menjawab kekurangan jumlah dokter yang ada di Madura khususnya.
“Saat ini seorang dokter di Madura melayani tujuh ribu penduduk. Sementara, idealnya satu dokter melayani seribu penduduk,” kata Syafi’.
Dalam pidatonya Syafi’ juga menceritakan seluk beluk dan tantangan yang dialami mulai dari awal keinginan UTM untuk mendirikan FKUTM hingga launching.
“Alhamdulillah berkat bantuan dan dukungan serta pendampingan beberapa universitas hingga dirjen dikti akhirnya FKUTM berdiri,” ujar rektor murah senyum ini.
Untuk saat ini, sambungnya, FKUTM hanya menerima 50 mahasiswa untuk angkatan pertama.
“Dalam rangka kualitas dan mutu akademik yang diselenggarakan dibatasi maksimal 50 mahasiswa,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan Moh. Fauzan Ja’far yang hadir mewakili Bupati Bangkalan mengaku senang dengan adanya FKUTM.
Menurut Fauzan, dengan adanya FKUTM nantinya bisa menjawab kekurangan dokter yang ada di Madura.
“Kami selaku pemerintah daerah mensuport dan mendukung keberadaan fakultas kedokteran UTM,” ujar wabup dalam sambutannya.
Menurut Wabup, program bupati bangkalan yang baru saja dilakukan yakni satu desa satu sarjana akan selaras dengan program UTM.
“Ke depan bisa jadi salah satu dari anak yang tidak mampu namun memiliki kemampuan akademik bagus akan dibiayai oleh P3mkab Bangkalan. Bisa jadi salah satu mahasiswa fakultas kedokteran itu dari mereka,” terang wabup.
Atas sarang daro dirjen dikti bahwa FKUTM melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah dilakukan kesepakatan terkait kondisi minimnya dokter di Madura.


