BANGKALAN, lintasmadura.com – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menorehkan pencapaian akademik dengan mengukuhkan dua dosennya sebagai guru besar. Prosesi digelar pada Selasa (25/25) di Aula RP Mohammad Noer dan dihadiri civitas akademika.
Pengukuhan berlangsung dalam sidang senat terbuka yang penuh khidmat. Para undangan, akademisi dan keluarga turut serta menyaksikan momen penting tersebut.
Dua guru besar yang dikukuhkan yaitu Prof. Dr. Sutikno, SE., ME. sebagai Guru Besar Ekonomi Terapan, serta Prof. Dr. Kukuh Winarso, S.Si., MT. sebagai Guru Besar Statistik dan Manajemen Data.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Sutikno mengusung tema Analisis Kritis dan Rekonstruksi Ilmu Ekonomi Terapan Menuju Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya perekonomian yang merata dan berkesinambungan.
Sementara Prof. Kukuh Winarso memaparkan orasi berjudul Statistik dan Manajemen Data Prediksi dengan Regresi Data Panel dan Machine Learning. Ia menyoroti relevansi metode prediksi modern di era digital.
Rektor UTM, Prof. Dr. M. Syafi’, SH., MH., menyampaikan bahwa kedua akademisi tersebut menjadi guru besar ke-28 dan ke-29 di lingkungan UTM. Ia menyebut masih ada tujuh dosen lain yang sedang dalam proses penilaian asesor.
Menurutnya, gelar profesor bukan sekadar capaian tertinggi seorang dosen, tetapi tanggung jawab besar untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara maksimal. Jabatan ini melekat tanggung jawab moral bagi masyarakat.
Syafi’ juga mengungkap bahwa Kemendikti tengah merumuskan sistem penilaian perguruan tinggi berbasis dampak sosial, bukan sekadar penilaian formal administrasi.
“Perguruan tinggi harus memiliki efek nyata terhadap masyarakat, baik dari sisi komunitas, taraf ekonomi, maupun kecerdasan moral dan intelektual,” tegasnya di hadapan tamu undangan.
Rektor berharap hadirnya dua profesor baru mampu meningkatkan kontribusi UTM bagi bangsa melalui riset dan pengabdian terhadap masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kerja keras, kekompakan, kebersamaan, kecerdasan dan totalitas demi kemajuan UTM di masa mendatang.


