BANGKALAN, lintasmadura.com – Upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah terus menjadi perhatian serius dunia pendidikan.
SDN Pejagan 1 Bangkalan mengambil langkah konkret dengan memasang kamera pengawas (CCTV) di setiap ruang kelas.
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai respons atas maraknya kasus bullying di sekolah yang belakangan sering terjadi di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur.
Tak ingin hal serupa terjadi di sekolahnya, pihak pengelola SDN Pejagan 1 memasang CCTV tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di sejumlah sudut strategis lingkungan sekolah.
Sekolah dasar yang memiliki 646 siswa itu mulai menerapkan sistem pengawasan berbasis CCTV sejak dua tahun terakhir.
Hasilnya dinilai cukup efektif. Selama hampir dua tahun penerapan, tidak ditemukan kejadian menonjol terkait bullying maupun bentuk kekerasan lainnya.
Selain itu, keberadaan CCTV juga dinilai mampu meningkatkan kedisiplinan dan kinerja para guru selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Kepala SDN Pejagan 1 Bangkalan, Sujoko, menyebut pemasangan CCTV bertujuan untuk merekam seluruh aktivitas yang terjadi di sekolah secara menyeluruh.
“Alhamdulillah, sejak dua tahun lalu kami memasang CCTV di tiap kelas. Tujuannya untuk merekam semua kejadian yang ada di sekolah,” ujar Sujoko.
Menurutnya, sistem tersebut sangat membantu pihak sekolah dalam mengawasi aktivitas siswa dan tenaga pendidik secara objektif.
Dengan rekaman CCTV, pihak sekolah dapat menelusuri setiap laporan kejadian secara akurat tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
“Jika ada laporan bullying, kami tinggal memutar ulang rekaman CCTV untuk memastikan kejadiannya sebelum mengambil keputusan,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberadaan CCTV terbukti menciptakan suasana sekolah yang lebih aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.


