BANGKALAN, lintasmadura.com – Pemerintah Kabupaten Bangkalan kembali didemo di awal tahun 2026.
Kali ini, aksi datang dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Sekitar 50 mahasiswa beratribut HMI menggelar aksi demonstrasi dengan long march di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Bangkalan.
Massa aksi kemudian berhenti dan memusatkan unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
Dalam aksi tersebut, sempat terjadi bentrokan kecil antara pendemo dengan aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga di lokasi.
Peristiwa bermula saat massa aksi mencoba memasuki halaman kantor pemkab dan meminta agar Bupati Bangkalan keluar menemui mereka.
Karena belum mendapat respons, sebagian pendemo berupaya merangsek ke arah kantor bupati. Bahkan, beberapa di antaranya berniat membakar ban di depan kantor pemkab.
Melihat situasi yang mulai memanas, aparat keamanan segera mengamankan ban yang hendak dibakar untuk mencegah terjadinya aksi anarkis.
Tindakan tersebut memicu emosi massa, sehingga terjadi aksi saling dorong antara pendemo dan petugas.
Aparat Polres Bangkalan pun mengambil langkah preventif dengan menyemprotkan water cannon.
Setelah situasi mereda, massa aksi sempat memutuskan untuk meninggalkan area kantor pemkab.
Namun, tidak lama berselang, Bupati Bangkalan Lukman Hakim keluar dan menemui para pendemo dengan pengawalan aparat Satpol PP dan kepolisian.
Dalam dialog tersebut, HMI mendesak agar bupati benar-benar merealisasikan visi dan misi kepemimpinannya, serta menyoroti turunnya peringkat kinerja Pemkab Bangkalan berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri dari posisi 105 ke peringkat 190.
Menanggapi tuntutan itu, Bupati Lukman Hakim yang didampingi Sekretaris Daerah dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memberikan penjelasan dan meminta mahasiswa melaporkan persoalan di lapangan agar dapat ditindaklanjuti.


