BANGKALAN, lintasmadura.com – Keberadaan universitas trunojoyo madura (UTM) sebagai perguruan tinggi berdampak terus menunjukkan dampaknya.
Kali ini UTM memberi dampak pada dunia sosial dan budaya, Yakni dengan menggelar acara kongres budaya madura yang digelar di Gedung pertemuan RP Mohammad Noer UTM pada Senin (22/12) siang.
Istimewanya, acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon serta para budayawan Madura, seperti Zawawi D. imron dan bupati Bangkalan Lukman Hakim serta yang lainnya.
Rektor UTM Prof. Syafi mengatakan, peresmian museum Budaya Madura dan acara Kongres budaya madura merupakan komitmen dan ikhtiar UTM.
Sebab tanggungjawab untuk melestarikan budaya adalah lembaga pendidikan dan pemerintah daerah.
“Komitmen dan ikhtiar kami. Kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan budaya kita khususnya Madura, ” ujar Syafi’.
Syafi’ melanjutkan, salah satu cara melestarikan budaya madura di dunia pendidikan adalah dengan memasukkan mata pelajaran bahasa madura di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama.
Untuk itu, pihaknya berencana membuka program studi bahasa madura di UTM.
“Kita upayakan. Sebab untuk mengajar bahasa madura kan harus orang yang tahu tata kosa kata dan budayanya. Jadi memang harus ada program khusus bahasa madura namun sejauh ini masih ada kendala di mendikti dan sains,” terang pria murah senyum ini.
Sementara itu, menetri kebudayaan fadli zon dalam ceramah ilmiahnya mengapresiasi upaya yang dilakukan pihak UTM dalam melestarikan budaya madura.
Menurut Fadli, budaya madura memiliki nilai budaya yang tinggi dengan kearifan lokalnya.
“Kulinernya, seni tari dan budaya kesantunan sweta budaya kearifan lokal lainnya cukup banyak dan perlu dilestarikan. saya mengapresiasi upaya UTM yang menggelar Kongres budaya madura serta peresmian museum Budaya Madura,” tandas Fadli.
Sementara itu, bupati Bangkalan lukman hakim pada sambutannya mengatakan sejauh apapun madura melangkah ke tingkat global hendaknya tetap memiliki jati diri.
“Akar budaya hari tetap menjadi pijakanpijakan. Melalui Kongres budaya dan peresmian museum madura ini mari kita perkuat sinergi antara pemerintah, akademisi dan masyarakat dalam menjaga, merawat serta memajukan kebudayaan sebagai jati diri bangsa,” kata bupati.
Sebelum acara selesai, di pertengahan Zawawi D Imron membacakan puisi yang berjudul Ibu di acara tersebut juga dibacakan deklarasi dan pernyataan sikap budayawan Madura yang salah satu isinya adalah melindungi budaya Madura oleh pemerintah serta meminta agar lembaga berwenang seperti pendidikan untuk terus melestarikan kebudayaan Madura.


