SAMPANG, lintasmadura.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang menggelar Gebyar Inovasi Pertanian (Intani) Award 2025 di GOR Indoor Sampang, Kamis (25/9/2025). Acara tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan beragam produk hasil kreasi inovatif masyarakat tani.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sampang, Yuliadi Setiyawan yang memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya pameran produk inovasi pertanian tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong tumbuhnya ide-ide baru di sektor pertanian.
Dalam sambutannya, Yuliadi menyampaikan rasa bangga kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sampang. Ia menilai gebyar Intani Award sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam memberikan ruang bagi masyarakat tani untuk berinovasi.
“Inovasi pertanian sangat bermanfaat untuk mendorong peningkatan produksi. Harapannya, hasil inovasi yang ditampilkan tidak hanya berhenti sebagai karya, tetapi bisa diterapkan langsung oleh para petani,” tegasnya di hadapan para peserta.
Lebih lanjut ia menyebutkan, pengembangan inovasi pertanian akan berpengaruh besar terhadap ketahanan pangan. Dengan adanya terobosan dari masyarakat, berbagai persoalan yang kerap dihadapi petani bisa menemukan solusi praktis dan aplikatif.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sampang, Suyono menjelaskan bahwa Gebyar Intani merupakan program rutin yang digelar setiap tahun. Tujuannya tidak lain untuk mencari dan menumbuhkan ide-ide baru dalam menjawab tantangan di sektor pertanian.
“Kami melibatkan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan kelompok tani agar berpartisipasi aktif. Peserta diminta menggali kreativitas untuk menemukan inovasi yang benar-benar bermanfaat bagi petani,” ujarnya.
Menurut Suyono, inovasi yang dihasilkan para peserta tidak hanya dipamerkan kepada masyarakat, namun juga melalui proses penilaian oleh tim juri. Hal itu bertujuan untuk memberikan penghargaan yang objektif terhadap karya terbaik.
Tahun ini, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 52 orang. Dari total tersebut, hanya 28 peserta yang berhasil lolos hingga tahap pameran setelah melewati seleksi administrasi dan penilaian awal.
Berbagai karya yang dipamerkan, mulai dari inovasi alat pertanian sederhana, teknologi pengolahan hasil panen, hingga produk olahan pangan berbasis lokal. Hal ini menunjukkan besarnya potensi kreativitas masyarakat di sektor pertanian.
Dengan adanya Gebyar Intani Award 2025, pemerintah daerah berharap agar semangat inovasi tidak berhenti pada momen seremonial. Justru sebaliknya, hasil karya yang diciptakan dapat terus dikembangkan dan menjadi solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Sampang.


