SAMPANG, lintasmadura.com – Sorotan dari Barisan Pemuda Peduli Lingkungan Camplong (BP2LC), Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, tentang adanya permainan penyaluran bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), semakin terang.7/7/205.

Terbaru, pasca dibukanya posko pengaduan yang berkaitan dengan pelanggaran bansos tersebut, masyarakat mulai mengadukan nasibnya.

Salah satunya datang dari Desa Dharma Camplong Kecamatan Camplong yang mengaku dirinya mendapatkan bansos berdasarkan data pengecekan online, akan tetapi pihaknya tidak pernah merasa menerima bantuan tersebut.

“Saat dilakukan pengecekan ternyata namanya muncul sebagai KPM Bansos PKH dan BPNT, namun katanya dia tidak pernah mengaku mendapatkan bantuan, bahkan kartu ATM-nya saja dia tidak pegang,” ujar Ketua BP2LC Agung Pratama Denny Lukyto, SH.

Deny juga mengaku jika aduan sudah banyak ia kantongi, akan tetapi pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti lain untuk dibawanya ke ranah hukum.