Warning: Undefined variable $args in /home/terbitan/lintasmadura.com/wp-content/themes/republikwp/inc/shortcode-related.php on line 56
Sampang-, 10 hari menjelang proses Pemilihan Umum (Pemilu), Kabupaten Sampang di ramaikan dengan isu politik yang kurang sedap antara Penjabat (PJ) Bupati Sampang, Mantan Wakil Bupati Sampang dan Penjabat (PJ) Kepala Desa Ragung Kecamatan Pangarengan yakni Irham Nurdayanto.
PJ Bupati dan Mantan Wabup Sampang diduga telah mengintimidasi Irham Nurdayanto selaku PJ Kepala Desa Ragung untuk mundur dari jabatannya sebagai PJ Kepala Desa. 4/02/2024.
Hal tersebut terungkap lewat video klarifikasi yang viral di group WA yang dilakukan oleh Irham Nurdayanto yang didampingi beberapa tokoh blater Sampang, anggota Dewan dan beberapa mantan kades.
Dalam video tersebut Irham Membatalkan penandatanganan pemunduran dirinya dari jabatan PJ, alasannya karena hal itu ia lakukan karena berdasarkan tekanan atau intimidasi dari PJ Bupati dan Ketua DPC PPP Sampang.
Namun hal tersebut banyak mendapatkan respon pro kontra dari berbagai elemen masyarakat, terutama di kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat dan insan pers.
Sekjen Lasbandra, Achmad Rifai menilai tindakan yang dilakukan Irham Nurdayanto dengan membuat pernyataan seperti itu justru membuat suasana di Sampang menjadi gaduh. Terlebih tidak lama lagi masyarakat akan menghadapi pesta demokrasi Pemilu 2024.
“Saya menilai tindakan Irham Nurdayanto ini tidak mencerminkan seorang ASN. Kalau memang merasa nyawanya terancam kenapa tidak melapor ke polisi. Kok malah berlindung ke tokoh masyarakat yang pro sebelah,” kata Rifai’i seperti dikutip dari Media Berita Bangsa.id
“Apa jangan-jangan pernyataan soal intimidasi dan pengancaman itu hanyalah hoax semata yang memang disetting untuk memancing reaksi Pemprov Jatim dan Pusat bahwa setelah dijabat Pj Bupati, Sampang ini tidak kondusif,” lanjutnya dengan penuh duga.
Oleh karena itu, Rifai meminta Polres Sampang untuk segera menyikapi dan menyelidiki persoalan tersebut meskipun tidak ada pihak yang melapor. Sebab, dengan viralnya video pernyataan tersebut jelas membantu kegaduhan di Sampang menjelang Pemilu 2024.


