SAMPANG-, lintasmadura.com – Kisah mengharukan terjadi pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) di wilayah Robatal Sampang
Kisah itu berawal dari seorang KPM BLTS bernama Pusiyeh (63) warga dusun Gunung Tinggi desa Gunung Rancak kecamatan Robatal yang tak bisa mengambil bantuan karena sakit parah yang dideritanya
Mendengar warganya sakit, aparat desa setempat langsung melaporkan ke pihak Pos agar dicarikan solusi, mengingat kondisi yang bersangkutan sudah tak bisa lagi dipaksakan untuk datang mengambil ke Pos terdekat
Menerima laporan tersebut dengan sigap kepala Pos Robatal Irham, langsung merespon dengan segera melalukan koordinasi dengan aparat desa setempat untuk bisa didampingi mengantarkan langsung bantuan tersebut kepada penerima
“Melihat kondisinya, saya langsung bergerak mengantarkan langsung bantuan tersebut kepada penerima dirumah dia dirawat,” ujarnya, Minggu (3/12/25)
Irham menambahkan bahwa pihaknya memang mempermudah dalam penyaluran agar bisa dinikmati dan tepat sasaran seperti yang diinginkan pemerintah pusat.
Disisi lain, Holis keluarga penerima sangat berterimakasih kepada pihak Pos Robatal, karena bantuan tersebut bisa meringankan beban kebutuhan penerima.
“Terima kasih Pos Robatal telah jauh jauh mengantarkan bantuan tersebut, bantuan itu langsung kami belikan pampers”,ujarnya.
Namun, ajal tidak ada yang tau, pasca siang menerima bantuan, KPM tersebut sorenya menghembuskan nafas terakhir dan meninggalkan dunia untuk selamanya.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh perangkat desa setempat Homsunah, menurutnya KPM yang sudah lama menderita sakit itu memang sorenya meninggal
“Iya betul, beliau telah meninggal,” tuturnya.


