Sampang, lintasmadura.com- Pelayanan PLN ULP Waru kembali menjadi sorotan publik. Pemadaman listrik yang kerap terjadi dalam beberapa hari terakhir berlangsung tanpa adanya pemberitahuan resmi kepada masyarakat. Kondisi ini dinilai telah merugikan banyak pihak, terutama pelaku usaha dan warga yang mengalami kerusakan pada peralatan elektronik.

Sejumlah warga mengaku resah karena pemadaman terjadi secara tiba-tiba dan berulang. Para pelaku usaha kecil maupun menengah mengeluhkan kerugian akibat terhentinya aktivitas produksi, rusaknya bahan baku, hingga penurunan jumlah pelanggan. Sementara warga lain mengeluhkan peralatan rumah tangga seperti kulkas, televisi, hingga mesin air yang rusak.

Abd Halim, pemuda Desa Bira Tengah, menyampaikan kecaman keras terhadap PLN ULP Waru atas kejadian ini. Ia menilai pemadaman tanpa pemberitahuan adalah bentuk kelalaian yang merugikan hak masyarakat sebagai pelanggan yang selalu membayar tagihan listrik setiap bulan.

“Pemadaman yang terjadi ini bukan hanya satu dua kali, tapi berulang dan tanpa pemberitahuan. Banyak usaha yang terhenti dan peralatan elektronik warga rusak. PLN harus bertanggung jawab, jangan hanya menuntut pembayaran tapi pelayanannya tidak jelas,” tegas Abd Halim.

Menurutnya, masyarakat selama ini selalu bersikap patuh dalam pembayaran tagihan, namun justru seringkali menjadi pihak yang dirugikan ketika terjadi persoalan pada jaringan atau infrastruktur PLN.

“Kalau pelanggan terlambat bayar, langsung kena sanksi. Tapi saat pemadaman tanpa pemberitahuan dan menyebabkan kerugian, PLN tampak diam. Ini sangat tidak adil bagi masyarakat,” tambahnya.

Hingga kini, pihak PLN ULP Waru belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab pemadaman berulang serta langkah kompensasi bagi warga yang terdampak kerugian.

Masyarakat berharap PLN ke depannya lebih transparan, memberikan informasi pemadaman secara jelas dan tepat waktu, serta menyediakan mekanisme ganti rugi atas kerusakan barang elektronik maupun kerugian usaha yang terjadi.