Warning: Undefined variable $args in /home/terbitan/lintasmadura.com/wp-content/themes/republikwp/inc/shortcode-related.php on line 56
SAMPANG, lintasmadura.com – Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nusa Indah Desa Banjar Talela Kecamatan Camplong Sampang mendapatkan kucuran dana untuk proyek pemasangan paving. 22/12/2024.
Dana yang bersumber dari APBD tersebut sekitar 160 jutaan yang diperuntukkan untuk meningkatkan sarana pendidikan agar lebih nyaman dalam keberlangsungan proses belajar mengajar.
Namun saat ini beredar kabar jika semua paving dipasang di halaman PAUD memiliki kelebihan yang lumayan banyak sehingga dialihkan ke halaman rumah pribadinya yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan sarana pendidikan tersebut.
Salah satu pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang saat dikonfirmasi awak media mengaku sudah berdasarkan keputusan atasannya.
Sehingga awak media diminta untuk mengklarifikasi hal tersebut ke atasannya guna mendapatkan penjelasan lebih pasti.
“Itu sudah keputusan dari atasan pak. Silahkan sampean menemui atasan saya karena sya hanya bawahan. Silahkan bisa menghubungi pak Imron,” tutupnya.
Namun hal tersebut mendapatkan respon dari Ketua Bidang Perencanaan dan Pengawasan Gerakan Pemuda Peduli Lingkungan Camplong (GP2LC) Ainul Yaqin yang merasa hal tersebut sangat janggal jika Dinas Pendidikan Sampang meloloskan hal yang demikian.
“Ini proyek Daerah, tentu melewati tahapan perencanaan yang disertai dengan eksistensi terhadap Dinas terkait. Kenapa bisa halaman rumah pribadi dijadikan tempat alokasi anggaran APBD, padahal selain lokasi yang berpisah dengan sekolah terkait juga tidak sama sekali berkaitan dengan kemajuan pendidikan disana, ini anggaran negara mas ada ketentuan dalam penggunaannya,” ungkapnya.
Menurutnya, berdasarkan hitungan Teknisnya separuh anggaran lebih dari proyek tersebut yang dialokasikan untuk halaman rumah pribadi dengan lokasi yang terpisah.
“Kita memiliki hitungan separuh lebih anggaran proyek tersebut dialihkan untuk halaman rumah pribadi, sementara di lokasi yang semestinya hanya sekitar kurang lebih 100 meter persegi,” ungkap Yaqin yang saat ini sedang kuliah di kejuruan tehnik sipil.


