SAMPANG, lintasmadura.com – Seorang perempuan muda bernama (HFA), warga Dusun Pesisir Barat, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, ditemukan tergeletak di tepi pantai pada Rabu (14/10/2026) sore.
Warga menemukan korban sekitar pukul 16.00 WIB saat seorang nelayan hendak berlayar untuk mencari ikan di perairan setempat.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban berpamitan kepada orang tuanya sekitar pukul 14.00 WIB untuk mencari kerang di pinggir pantai.
Dua jam kemudian, seorang nelayan bernama Matnadi, 45 tahun, melihat korban dalam posisi telungkup di tepi pantai Dusun Pesisir Barat, Desa Dharma Camplong.
Matnadi kemudian berteriak meminta bantuan warga sekitar. Warga selanjutnya membawa korban ke Puskesmas Camplong untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, saat tiba di puskesmas, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Dugaan sementara, korban mengalami kambuhnya penyakit epilepsi atau ayan saat mencari kerang, kemudian terjatuh ke air di sekitar tepi pantai.
Keterangan keluarga menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Meski demikian, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan hanya berdasarkan riwayat penyakit tersebut.
Berdasarkan informasi awal, tidak terlihat luka-luka pada tubuh korban. Kondisi ini menjadi bagian dari keterangan awal dalam peristiwa penemuan tersebut.
Korban diketahui bernama Hoirunnisak Febridiana Arifin, lahir di Sampang pada 15 Februari 2006. Ia tercatat berdomisili di Dusun Pesisir Barat, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika mencari hasil laut.
Sementara itu, penyebab pasti kematian korban tetap memerlukan kepastian berdasarkan pemeriksaan dan keterangan pihak berwenang.


