BANGKALAN, lintasmadura.com – Sejarah baru investasi dunia industri dimulai di Pulau Madura. Itu setelah dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan investor dari Tiongkok atau Cina dan Uni Emirate Arab (UEA).
Penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Bangkalan dengan para investor itu berlangsung di Pendopo Agung Bangkalan pada Kamis (10/9).
Tampak hadir di acara itu di antaranya deputi Kementerian BKPM, deputi Kementerian Perindustrian, deputi kementerian luar negeri, gubernur Jawa Timur, CEO Wiraraja Madura Induatrial Estate III, Akhmad Maruf Maulana., Direktur WMI estate III Tjao Hoeng, Yahia Sa’d Odeh al Salem selaku vice president ODASCO dari UEA, Lu Shaojie chaiman of Suzhou Artisans of Decoration and Enggeeneing Co.Ltd. serta forkopimda Bangkalan dan pejabat Pemkab Bangkalan, tokoh ulama dan LSM.
Mengawali sambutannya Akhmad Maruf menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Bangkalan dan seluruh stake holders di Madura khususnya Bangkalan dimana investasi dipermudah. Tanpa dukungan pemkab, TNI dan Polri serta masyarakat investasi akan sulit berjalan.
“Saya orang Madura ingin bagaimana Madura bisa naik kelas menikmati kemakmuran bersama. Saya bisa berinvestasi di luar Madura kini saya juga ingin membangun Madura,” ujarnya.
Sedangkan Lu Shaojie yang berbahasa Cina dalam sambutannya mengaku senang bisa berinvestasi di Indonesia khususnya di Pulau Madura.
Dia mengaku senang bisa membuat masyarakat Madura sejahtera dengan adanya investasi ini.
Sedangkan Yahia Sa’d Odeh dari ODASCO UEA mengaku cukup senang bisa berinvestasi Madura.
Sementara itu, Bupati Bangkalan menyampaikan kegembiraannya dalam MoU tersebut. Sebab investasi ini sangat ditunggu dan sangat membantu perekonomian Bangkalan untuk berkembang lebih baik.
Bupati juga menyampaikan kepada investor bahwa industrialisasi tersebut diutamakan yang padat karya sehingga bisa membuka lapangan kerja dan bisa mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Bangkalan.
“Saya minta untuk tenaga kerja 70 persen masyarakat lokal. Namun dijawab oleh investor menjadi 80 persen. Ini kan cukup bagus,” ujar bupati.


