SAMPANG, lintasmadura.com – Program makanan bergizi gratis di SMKN 1 Tambelangan Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang mendapat sorotan dari berbagai pihak. Sekolah yang di droping makanan bergizi gratis dari dapur SPPG Tambelangan 1 ini diduga menyalahgunakan realisasi MBG.

Pasalnya, siswa kelas XII sudah lulus tapi masih dikirim paket makanan bergizi gratis oleh dapur. Hal ini diketahui berdasarkan sumber internal sekolah.

Tidak hanya itu, ia mengatakan kalau ada menu susu yang di bawa oleh pihak guru yang bertanggung jawab membagikan menu tersebut.

Setelah di konfirmasi ke Kepala SPPG, Nur Jamila, ia mengaku tidak tahu tentang kejadian tersebut.

“Kami tidak tau itu, nanti kami tanyakan ke pihak sekolah,” Ujarnya.

Namun ketika ditanya nama yayasannya, dia tidak menjawab, pura-pura tidak ada jaringan dan langsung menutup telepon serta tidak pernah merespon lagi.

Hal ini mendapat respon keras dari aktivis, Firman meminta kepada semua pihak-pihak terkait jangan main-main dengan uang negara.

“Ini uang negara, jadi Jangan main-main sama uang negara,” ucapnya.

Pihaknya juga meminta agar pihak BGN turun langsung untuk mengaudit dapur tersebut.

“Saya duga ini ada permainan, jadi saya meminta Badan Gizi Nasional turun langsung untuk meng-audit dapur tersebut,” pungkasnya.

Sementara hingga berita ini di publish, pihak sekolah belum berhasil dikonfirmasi untuk mendapatkan keterangan terkait permasalahan tersebut.