BANGKALAN, lintasmadura.vom – Acara silaturrahmi organisasi masyarakat madura (Madas) yang digelar di gedung Rato Ebhu Kota Bangkalan tampak istimewa, pasalnya, acara yang dikemas dalam halal bi halal di kota Bangkalan pada Rabu (1/4) itu dihadiri Wakil Gubernur Jatim Elistianto Dardak
Bupati Bangkalan Lukman Hakim dan jajaran muspuda bangkalan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh ulama serta para ketua dan pengurus MADAS. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan kebersamaan masyarakat Madura, baik yang berada di daerah maupun di perantauan.
Dalam arahannya, wagub yang akrab disapa Emil Dardak ini menekankan pentingnya menjaga solidaritas serta nama baik Madura, khususnya bagi masyarakat yang berada di luar daerah.
Ia mengingatkan agar setiap individu mampu membawa identitas Madura dengan sikap yang positif dan produktif.
“Menjaga solidaritas serta melaksanakan kegiatan yang produktif dan positif menjadi kunci agar nama baik Madura tetap terjaga,” ujar wagub.
Wagub juga mengajak seluruh anggota paguyuban untuk terus berbenah dan memperkuat kebersamaan agar organisasi semakin dicintai dan dibanggakan oleh masyarakat luas.
Sementara itu, Bupati Lukman Hakim menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai kebersamaan sebagai modal penting dalam pembangunan daerah.
Dia mengatakan, masyarakat Madura, khususnya anggota MADAS, harus mampu menjadi teladan dengan menjunjung tinggi nilai kesantunan, religiusitas, dan kehormatan dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Kehadiran kita harus membawa kebaikan dan kebanggaan. Kita harus mampu membangun persaudaraan dan pergaulan yang baik di manapun berada,” tegasnya.
Bupati juga berharap kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut dapat mendorong kontribusi nyata masyarakat dalam mendukung kemajuan Bangkalan dan Madura secara umum.
Dalam kegiatan juga dilakukan pembentukan Badan Musyawarah (Bamus) Madura sebagai wadah pembinaan organisasi sekaligus penguatan peran dalam mengawal pembangunan daerah. Selain itu, juga dilakukan pembagian satu juta Alqur’an secara simbolis.


