Sampang, Lintasmadura.com- Aliansi Masyarakat Robatal bangkit (AMRB) memberikan kecaman pada Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) PLN Ketapang, Sampang Madura, Jawa timur.

 

Pemadaman yang sering terjadi beberapa waktu ini mulai membuat masyarakat gerah, karena aktifitas pekerjaan mulai terganggu akibat matinya listrik.

 

Salah satu anggota AMRB Moh ma’ruf. mengatakan, pemadaman ini sangat berdampak kepada masyarakat, ini sudah seperti resep obat pemadamannya. Kadang kala 2×1 atau 3×1 dalam sehari,

 

“Saya harap pihak PLN Ketapang ini punya solusi yang baik karena ini sangat merugikan juga beberapa pengusaha kecil yang usahanya berkaitan dengan listrik. Pemadamannya bisa kurang lebih 5 jam sehari dan bisa 2 kali dalam sehari. Pihak PLN harus berikan pelayanan maksimal dan perbaiki pelayanannya ”, kata moh ma’ruf, Rabu, (10/12/25).

 

Disisi lain, PLN Ketapang tidak pernah sekalipun memperhatikan kerugian yang diderita oleh  konsumen jika mengalami gangguan listrik atau pemadaman listrik secara berkala yang dialami oleh konsumen/masyarakat.

 

“Bahkan kepedulian PLN hanya sekedar  permintaan maaf atas gangguan pemadaman yang terjadi,” cetus Ma’ruf.

 

Sedangkan negara telah menjamin melalui UU konsumen mendapat pelayanan yang baik, mendapat tenaga listrik yang menjadi haknya serta mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan atau kelalaian pengoperasian oleh penyedia tenaga listrik.

 

 

“Dimana seluruh masyarakat maupun konsumen yang membeli tenaga listrik memiliki hak diberikan kompensasi terhadap dampak yang terjadi,” Moh ma’rufma’ruf.

 

“Sebagaimana yang diatur dalam UU pemadaman listrik/gangguan selama 2 jam mendapatkan kompensasi 50 % dari biaya beban, 75 %, 100% bahkan hingga 500% kompensasi tergantung lamanya pemadaman listrik/gangguan yang terjadi”, tambahnya.

 

Dikutip dari regamedianews.com, pimpinan di area Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Ketapang, Pujianto mengatakan adanya gangguan yang menyebabkan ketidak stabilan jaringan, sehingga terjadi padam listrik tidak menentu.

 

“Memang betul beberapa hari terakhir terjadi gangguan, dan ternyata itu disebabkan kebocoran pada kabel yang kami temukan dibeberapa titik,” ungkapnya.

 

Pujianto pun memohon maaf kepada seluruh masyarakat terdampak, atas ketidaknyaman yang tidak dinginkan tersebut.

 

“Mohon maaf bagi masyarakat yang terdampak, mohon doanya agar segera selesai perbaikan, sehingga segera normal kembali,” pungkasnya.