SAMPANG, lintasmadura.com – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menganggap pelaku vandalisme saat demo pada 28/10/2025 kemaren bukan orang Sampang.

Karena menurutnya jika mereka orang Sampang tidak akan merusak fasilitas umum yang sudah menjadi icon Kabupaten Sampang.

“Kemaren ini indah sekali Gus, tapi banyak yang dirusak. Kalau menurut saya yang merusak ini bukan orang Sampang, kalau dia orang Sampang pasti dia merasa memiliki dan juga bisa merawat,” kata H. IDI saat sambutan di acara puncak HSN. 31/10/2025.

Pihaknya juga bisa memilah antara aksi demo dan pengrusakan dan ia tidak keberatan atas aksi demonya.

“Pada demo kemaren saya bisa pisahkan antara demo dengan pengrusakan, Pendemo saya tidak masalah, karena saya tidak anti kritik, silahkan apapun yang menjadi kritik dan masukan termasuk dari santri sekalipun Monggo,”tegasnya.

“Tapi kalau sudah pengrusakan itu sudah bukan orang Sampang, maka tugasnya Kapolres untuk menyelesaikan seluruhnya,” ucap H. Idi sambil meminta kesanggupan Kapolres.

Di akhir statement H. Idi lagi-lagi memastikan jika pihaknya tidak masalah bahkan sangat setuju dengan aksi demonya.

“Kalau demonya saya setuju tapi pengrusakannya saya tidak setuju karena ini di bangun dengan uang masyarakat bukan uang pribadi,” pungkasnya.