SAMPANG, lintasmadura.com – Puluhan mahasiswa di Kabupaten Sampang menggelar aksi damai di depan Mapolres Sampang, Minggu (31/8/2025).

Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas atas wafatnya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang meninggal dunia setelah dilindas mobil taktis Brimob di Jakarta Pusat.

Massa aksi memulai long march dari Pasar Srimangunan. Mereka bergerak menyusuri Jalan KH. Wahid Hasyim hingga Jalan Jammaludin sebelum akhirnya berkumpul di depan Mapolres Sampang.

Pada awalnya, aksi berlangsung tertib dan kondusif. Namun, ketegangan muncul ketika berita acara tuntutan yang diajukan kepada Kapolres Sampang, AKBP Hartono, tidak ditandatangani.

Kondisi tersebut memicu demonstran melakukan blokade jalan nasional di simpang empat Jalan Jaksa Agung Suprapto. Arus lalu lintas pun tersendat hingga menimbulkan kemacetan ringan.

Situasi semakin memanas saat aparat kepolisian berupaya membubarkan massa. Bentrokan kecil tak terhindarkan ketika petugas memukul mundur demonstran agar jalur kembali bisa dilalui kendaraan.

Beberapa menit kemudian, kondisi berhasil dikendalikan. Massa akhirnya mundur dan membubarkan diri dari lokasi aksi.

Ketua Cabang PMII Sampang, Latifah, menyebut tragedi meninggalnya Affan Kurniawan bukan sekadar insiden kemanusiaan, melainkan pelanggaran serius terhadap hukum, hak asasi manusia, dan konstitusi.

Ia menegaskan enam tuntutan, antara lain penyelidikan transparan atas tragedi di Jakarta, penghentian tindakan represif aparat, hingga desakan reformasi menyeluruh di tubuh Polri.

Selain itu, massa juga meminta Polres Sampang menyatakan ikrar terbuka untuk melindungi masyarakat serta menuntut transparansi penegakan hukum atas sejumlah kasus di daerah yang dinilai mangkrak.

Menanggapi hal itu, Kapolres Sampang AKBP Hartono menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan. Ia menegaskan Polri tidak pernah menginstruksikan tindakan represif yang merugikan masyarakat.

Kapolres juga memastikan jajarannya terbuka terhadap kritik dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik.

“Kami tidak alergi terhadap masukan. Jika ada kekeliruan, akan segera kami luruskan,” pungkasnya.