SAMPANG -, lintasmadura.com – Air mata haru tak terbendung menghiasi di wajah Sarmah (37) warga dusun Malenggur desa Gunung Rancak kecamatan Robatal saat menginjakkan kakinya di pendopo Bupati Sampang pada Rabu malam (20/10/26)
Kedatangan Sarmah tidak sendiri, tetapi didampingi oleh istri dan tokoh pemuda desa tempatnya tinggal.
Sarmah bersama rombongan mendatangi pendopo Bupati Sampang untuk mengantarkan anak sulungnya Sahwaroh (16) untuk tinggal sekaligus dibiayai pendidikannya secara gratis hingga perguruan tinggi oleh Bupati Sampang H. Slamet Junaidi.
“Kami datang kesini setelah beberapa waktu lalu dikunjungi bapak bupati dan anak saya ditawari untuk disekolahkan secara gratis hingga kuliah”,tutur Sarmah, Rabu (20/10/26).
Sarmah merupakan warga tak mampu yang menderita penyakit tumor selama belasan tahun, ditengah keterbatasan ekonomi, dirinya juga harus menanggung sakit hingga akhirnya beberapa bulan lalu penanganan operasinya dikawal langsung Bupati Sampang.
Tak hanya itu, Bupati pun mengunjungi tempat tinggal Sarmah, dan disana orang nomer satu di kabupaten Sampang itu merasa terenyuh melihat kondisi keluarga Sarmah.
Untuk mengurangi beban keluarga, Bupati menawarkan kepada keluarga Sarmah agar anak sulungnya diijinkan untuk tinggal bersama keluarga politisi partai Nasdem itu untuk dibiayai pendidikannya secara gratis.
Sementara di Pendopo Trunojoyo Sampang, sambutan hangat datang dari keluarga Bupati Sampang diantaranya, Evy Slamet Junaidi, Putri Bupati Nurul Nabila Junaidi, selain itu Ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan dan wakil Bupati Sampang.
Kepada kedua orang tua Sahwaroh Bupati Sampang mengatakan, bahwa pihaknya akan membantu membiayai pendidikan Sahwaroh hingga perguruan tinggi.
“Sahwaroh tinggal disini, nanti akan saya sekolahkan, dan kita biayai hingga kuliah nanti,”jarnya..
Bupati pun berpesan agar orang tua Sahwaroh tidak perlu khawatir, karena kehadiran Sahwaroh sudah dianggap seperti keluarganya sendiri.
Sementara melihat hangatnya sambutan tersebut, Sarmah hanya mampu terdiam seraya tak mampu membendung air matanya yang terus menetes.
Hanya ucapan terima kasih yang terus terucap dari bibirnya yang gemetar tak mampu menahan haru yang mendalam.
“Aku gak tau mau berucap apalagi, yang jelas beliau (bupati.red) telah membantu operasi saya, kemudian rumah saya dan sekarang anak saya, semoga Allah yang membalasnya,” tutupnya.


