Warning: Undefined variable $args in /home/terbitan/lintasmadura.com/wp-content/themes/republikwp/inc/shortcode-related.php on line 56
SAMPANG – lintasmadura.com – Finalisasi proyek pembangunan Jalan Lintas Selatan Madura (JLSM) atau yang dulu lebih dikenal dengan jalan Sreseh Pangarengan (Serpang) dipastikan akan dilanjutkan oleh Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang H Slamet Junaidi-Ra Mahfud Abdul Qodir pada periode 2024-2029 mendatang.
Hal tersebut disampaikan H Slamet Junaidi didampingi Lora Mahfud saat orasi politik dalam kegiatan konsolidasi dan deklarasi tim pemenangan pilkada Kabupaten Sampang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang.
“Tidak ada alasan untuk tidak dilanjutkan pembangunan JLSM ini, karena 2021 lahan yang dilalui proyek ini sudah tuntas, artinya tinggal pembangunan fisiknya berupa jalan dan jembatan,” ungkapnya. 18/09/2024.
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sengaja melakukan perubahan nama dari Serpang menjadi JLSM, karena ingin mengalihfungsikan jalan tersebut menjadi jalan nasional di kawasan Selatan Madura. Sehingga roda transportasi darat di Madura dapat berjalan lancar.
“Nah, saat itu saya sudah komunikasi dengan tiga bupati di sebelah kita, bangkalan, pamekasan dan sumenep dan sudah tanda tangan bersama untuk usulan ke presiden mengenai pembangunannya,” imbuhnya.
“Sedangkan dari hasil pembebasan itu, maka jalan sudah kami bebaskan lalu diserahkan ke kementrian PUPR. Tentunya kami mohon ke kementrian PUPR agar dibangunkan jalan beserta jembatannya,” tambahnya.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa estimasi anggarannya sekitar 1,4 triliun dan tidak memungkinkan untuk diambilkan dari dana APBD sehingga pembangunan tersebut perlu dana pusat.
“Diakhir masa jabatan saya komunikasi, saya minta anggaran ke kementrian yang penting jembatannya saja dibangun, supaya kecamatan Sreseh bisa terkoneksi dengan kecamatan Pangarengan maupun kecamatan Jrengik, karena satu bentang ruas jembatan itu anggaran sekitar 400 miliar,” jelasnya.
“Jadi kedepan kita tetap konsisten ketika kita ditakdirkan, tentunya akan kita lanjutkan program ini. Kita minta kepada presiden dan kementrian terkait untuk bisa menyelesaikan persoalan pembangunan JLSM lebar 24 meter,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sudah tidak ada alasan untuk tidak terealisasi. Karena itu akan menjadi jalan nasional.
“Rencananya lebar 24 meter, 12 kanan 12 kiri. Rencananya kita memang akses jalan itu tujuannya adalah agar masyarakat kita menikmati. Ada kecamatan terisolir dari kecamatan lainnya di kabupaten Sampang agar bisa terkoneksi. Selain itu juga untuk mengurangi overload di jalan tengah yang memang saat ini sudah overload, agar bisa ada jalan baru yang bisa digunakan,” tandasnya.


