SAMPANG, lintasmadura.com – Suasana tenang di area persawahan wilayah Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, mendadak ricuh pada Rabu (22/10/2025) pagi. 23/10/2025.
Insiden tersebut dipicu oleh cekcok antarwarga yang berujung pada dugaan tindak penganiayaan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di tanah percaton yang berada di Dusun Jenun, Desa Kodak, Kecamatan Torjun. Lokasi tersebut menjadi titik perselisihan antara dua kelompok warga yang sama-sama mengklaim penguasaan lahan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat sekelompok orang, sekitar sepuluh orang, datang ke lahan tersebut dengan tujuan membersihkan dan mencabut tanaman yang tumbuh di area percaton.
Tak berselang lama, korban bernama Fausi (50), warga Desa Kodak, bersama sejumlah saksi datang ke lokasi dan berusaha menghentikan aktivitas tersebut. Mereka menilai lahan itu masih dalam penguasaan pihaknya.
Adu argumen pun tak terhindarkan. Ketegangan meningkat hingga berujung pada perkelahian di tengah areal persawahan. Situasi sempat memanas dan sulit dikendalikan warga sekitar.
Akibat perkelahian itu, Fausi mengalami luka sobek di pipi sebelah kiri yang diduga akibat benda tajam. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Kasus ini langsung ditangani oleh Satreskrim Polres Sampang. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap siapa pelaku penganiayaan tersebut.


