Sampang || Pemilihan Umum (Pemilu) adalah pesta rakyat lima tahunan, dimana saat itu rakyat Indonesia akan memilih pemimpin dan wakil yang akan menyambung aspirasinya diparlemen

Namun terkadang proses menuju demokrasi tersebut terkadang dinodai oleh oknum yang telah bertanggung jawab yang terkadang harus menghalalkan berbagai cara demi mencapai tujuan meski terkadang harus menabrak aturan

Seperti yang disampaikan oleh wakil ketua Lembaga Pemerhati Pemilu (LPP) Abd Wahed, menurutnya pada tahapan Pemilu kali ini dirinya mencium dugaan aroma tidak sedap terkait tahapan rekrutmen Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)

“Kita mencium dugaan ada aroma tak sedap yang dilakukan oknum penyelenggara saat rekrutmen KPPS, seperti adanya keluhan yang disampaikan kekita dari beberapa wilayah di Sampang ini “, ujarnya, Rabu (27/12/23)

Diantara hal tersebut diantaranya dugaan adanya oknum Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang tidak mengumumkan secara terbuka tentang jadwal dan syarat rekrutmen, sehingga banyak masyarakat tidak tau, dan pada akhirnya oknum tersebut hanya menunjuk orang yang dianggap mampu dari golongannya

“Tidak hanya itu, keluhan tentang adanya pendaftar yang saat mendaftar ditolak dengan beberapa alasan”, imbuhnya

Bukan hanya sampai disitu, menurut Wahed ada dugaan dengan melakukan modus membuka rekrutmen yang pendaftarnya dibuat banyak hingga melebihi kebutuhan, namun endingnya ada indikasi niatan menjatuhkan pendaftar yang bukan dari kelompoknya

“Ada laporan dan keluhan yang kita terima seperti itu, pokoknya bermacam-macam lah”, paparnya

Untuk itu Wahed berpesan kepada penyelenggara ditingkat bawah agar tetap menjaga integritas dan menjauhi kepentingan golongan demi tercapainya Pemilu yang melahirkan pemimpin dan wakil yang amanah

“Untuk itu para penyelenggara ditingkat bawah, terutama didalam rekrutmen KPPS tetaplah menjaga profesionalitas demi menghindari konflik kepentingan dan demi kondusifitas”, tutupnya.