Warning: Undefined variable $args in /home/terbitan/lintasmadura.com/wp-content/themes/republikwp/inc/shortcode-related.php on line 56
BANGKALAN, lintasmadura.com – belum maksimalnya pendapatan asli daerah (PAD) menjadi beban bagi pemkab bangkalan. Dalam rangka meningkatkan dan memaksimalkan PAD tersebut saat ini pemkab kita dzikir dan sholawat ini tengah menjajaki sistem pengelolaan pad yang dimiliki kota malang.
Saking seriusnya, pemkab mengirimkan delegasi ke pemkot malang yang terdiri dari bapenda, bpkad, satpol PP, dan infokom untuk menjajaki sistem tersebut. Hal itu agar instansi yang ada bisa memahami sistem aplikasi yang diterapkan oleh pemkot malang dalam meningkatkan pad-nya.
“Kita menjajaki pengelolaan pad yang dimiliki oleh Pemkot malang. Mereka menggunakan aplikasi yang bisa menjaring semua potensi pad yang cukup bagus,” ujar Plh sekretaris daerah Pemkab bangkalan Irman Gunadi.
Menurut pria yang akrab disapa Pak Gun ini, aplikasi yang diterapkan oleh Pemkot malang cukup komprehenaif dan canggih. Sebab dengan aplikasi tersebut semua potensi pad bisa diketahui.
“Itu yang kita jajaki untuk nantinya bisa diterapkan di bangkalan. Bayangkan, potensi sebuah restoran berapa pajaknya, berapa pengunjungnya itu bisa diketahui. Bahkan untuk potensi parkir pun bisa diketahui,” terang Gunadi.
Dalam penerapannya, sambung Gunadi, selain sistem aplikasi tersebut juga peran dari aparat penegak perda atau satpol PP juga dimaksimalkan. “Jadi bagi wajib pajak yang melanggar akan ditindak tegas oleh satpol PP,” tandasnya.
Untuk diketahui, saat ini pad bangkalan mencapai 400 miliar. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan dengan mencari dan menggali potensi-potensi PAD.
“Arahannya pak wabup, minta bapenda terkait potensi pad agar lebih terukur,” usainya.


